Novel ini diawali dengan sebuah kalimat pahit dari sang tokoh utama pria, Laksamana Jeandra Galuhpati, yang menegaskan bahwa gaun, bunga, dan seluruh prosesi pernikahan yang dijalani oleh Anindia sebenarnya adalah impian milik kekasihnya, Karinina. Bagi Jeandra, pernikahan mereka hanyalah ikatan sah di atas kertas dan di hadapan Tuhan, namun kebahagiaannya tetap seutuhnya milik wanita lain, bukā¦