50
Dari Penjara ke Penjara merupakan autobiografi Tan Malaka yang menceritakan perjalanan hidup, perjuangan politik, pengalaman diasingkan, serta berbagai peristiwa yang dialaminya selama memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Buku ini mengisahkan pengalamannya menghadapi penahanan dan pengasingan di berbagai negara, termasuk Hindia Belanda, Filipina, dan wilayah Asia lainnya.
Buku "Mengenal Sejarah Lengkap Pahlawan Nasional" karya Maulana Ar-Rosyid adalah sebuah buku referensi edukasi yang menyajikan biografi serta kisah perjuangan para tokoh pahlawan bangsa Indonesia. Buku ini dikemas secara menarik dengan visual yang memikat agar lebih mudah dipahami oleh pembaca dari berbagai kalangan, khususnya pelajar
Buku "Pepak Basa Jawa Lengkap" susunan Nuraini, S.Pd. merupakan buku referensi materi kebahasaan Jawa yang disusun sebagai panduan belajar praktis bagi siswa Sekolah Dasar (SD), Madrasah, Sekolah Lanjutan (SMP/SMA), serta masyarakat umum. Buku setebal 128 halaman yang diterbitkan oleh Lingkar Media ini berfungsi sebagai "kamus saku" atau ensiklopedia mini untuk mempermudah pemahaman tata krama,…
Buku ini disusun sebagai materi pengayaan sejarah lokal berskala nasional yang berfokus pada peristiwa diplomatik terbesar yang pernah terjadi di tanah Kuningan. Isinya mengisahkan bagaimana sebuah rumah di desa terpencil di kaki Gunung Ciremai bertransformasi menjadi pusat perhatian dunia ketika delegasi Indonesia (dipimpin Sutan Sjahrir) dan Belanda (dipimpin Prof. Schermerhorn) bertemu untuk…
Sultan Mahmud Badaruddin II adalah pahlawan nasional sekaligus Sultan Palembang Darussalam ketujuh yang memimpin perjuangan sengit melawan penjajahan Inggris dan Belanda demi mempertahankan kedaulatan wilayahnya. Lahir di Palembang pada tahun 1767 dengan nama kecil Raden Hasan Pangeran Ratu, ia naik takhta pada tahun 1803/1804 menggantikan ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin.
Jepang merupakan negara impian yang sangat menggoda untuk dikunjungi karena perpaduan budayanya yang khas—mulai dari anime, kimono, kuliner, hingga kecanggihan teknologinya. Namun, banyak orang mengurungkan niat berlibur ke sana karena traveling ke Jepang sering kali diidentikkan dengan kata "mahal", ditambah lagi adanya kendala bahasa, mencari makanan halal, akses beribadah, hingga pengurusa…