Bayangkan harus sekolah naik-turun gunung pakai sepatu yang jebol dan mangap. Itu yang dialami Zenna, anak keenam dari sebelas bersaudara di lereng Gunung Singgalang. Hidupnya keras, tiap hari harus jualan jagung rebus. Ayahnya sempat janji mau membelikan sepatu baru, tapi takdir berkata lain—sang ayah meninggal duluan sebelum janji itu terwujud
Buku ini merupakan panduan psikologis praktis dalam berkomunikasi sehari-hari agar tidak menimbulkan kesalahpahaman. Oh Su Hyang menegaskan bahwa komunikasi lebih dari sekadar bertukar kata, melainkan sebuah keterampilan penting untuk membangun hubungan sosial yang sehat dan bermakna.