Text
Cenat Cenut Matematika
Kehidupan di dunia tak jauh beda dengan kehidupan di kampus. Hidup ini tidak gratis. Diakui atau tidak, kita membayar kehidupan yang kita jalani. Kita membayarnya dengan usia, waktu, kesehatan, dan hari-hari yang kita jalani. Mungkin kita tidak merasa membayar, tapi bagaimana pun kehidupan ini terus “menarik bayaran” dari usia kita.rnrnJika pembayaran di kampus dilakukan setiap semester, pembayaran kehidupan kita dilakukan setiap hari, setiap saat, terus-menerus, secara diam-diam, hingga banyak orang yang tidak menyadari. Kenyataannya, makin hari usia kita makin berkurang. Itulah pembayaran kita terhadap hidup dan kesempatan untuk bernapas di dunia ini.rnrnKarena kehidupan ini tidak gratis, maka langkah terbaik adalah menjalani hidup dengan baik, agar bayaran yang kita berikan tidak sia-sia. Apa arti menjadi tua, jika yang bisa kita banggakan hanyalah usia semata? Apa arti memiliki banyak pengalaman, jika kita tidak pernah belajar pada pengalaman yang dimiliki? Apa arti menjalani hidup, jika kita tidak memahami kehidupan yang dijalani?rnrnKehidupan adalah sekolah yang lebih besar, dan kita semua belajar di dalamnya. Jika satu pelajaran diberikan dan kita bisa memahami, pelajaran yang lebih tinggi akan diberikan. Tetapi jika satu pelajaran diberikan namun kita tidak juga memahami, maka pelajaran yang sama akan terus diberikan, berulang-ulang, dengan berbagai cara, sampai kita benar-benar paham. Akhirnya, setiap kita baru bisa disebut lulus dari sekolah bernama kehidupan ini jika telah berhasil menjadi manusia... seutuh-utuhnya manusia.rnrnDalam hidup, kita semua sedang belajar menjadi manusia, terus belajar agar hidup ini menjadi lebih bermakna.
Tidak tersedia versi lain