Pak Raja yang sedang sekarat terus memanggil nama Jeng Yah, perempuan yang bukan istrinya. Ketiga anaknya—Lebas, Karim, dan Tegar—kemudian mencari Jeng Yah. Pencarian tersebut membuka rahasia keluarga, sejarah bisnis Kretek Djagad Raja, serta kisah cinta masa lalu ayah mereka. Novel ini juga menggambarkan perkembangan industri kretek Indonesia dengan latar Kota M, Kudus, dan Jakarta.