Buku ini lahir dari tumpukan tuntutan yang terlalu lama dipeluk sendirian. Dari kalimat-kalimat yang tak pernah sempat diucapkan karena takut dianggap lemah. Dari malam-malam ketika tanggung jawab terasa lebih berat dari tubuh sendiri. Hingga suatu hari, kita sadar betul, ternyata anak pertama yang penuh luka itu aku ternyata.