Text
Epilog Rasa: Aku adalah hati yang mengharap rindu
Tokoh utama dalam Epilog Rasa digambarkan sedang berada pada fase hidup yang penuh kegelisahan. Ia merasa seolah “mengidap suatu penyakit”—bukan penyakit fisik, melainkan kegundahan batin yang membuat kepalanya “ingin meledak” karena terlalu banyak pertanyaan yang belum terjawab
transmediapustaka.com
+2
.
Ia menunggu sesuatu—jawaban, kepastian, atau mungkin arah hidup—namun tidak tahu kapan hal itu akan datang. Untuk sementara, ia mencoba melupakan kegelisahannya dengan menjalani hari-hari bersama teman, sahabat, keluarga, dan mungkin cinta. Namun, rasa rindu dan tanda tanya dalam dirinya terus bergelombang, membuatnya mempertanyakan masa depan: Akan menjadi apa aku kelak?
Tidak tersedia versi lain